AyoNonton: ayo nonton sama siapa? 155 film pilihan untuk si kecil, sekeluarga, berdua, bareng sahabat, atau sendiri

Sebelum memilih film, tentukan dulu teman menontonnya. Di sini 155 film dibagi ke dalam empat belas ajakan: empat untuk keluarga, tiga untuk berdua, lima untuk teman, dan dua untuk menonton sendiri. Nama ajakan tertulis di bawah tiap poster.

Ayo nonton sama siapa? Empat belas ajakan

Ayo nonton bareng si kecil

Lihat semua (17)

Ayo nonton sekeluarga

Lihat semua (17)

Ayo nonton bareng pecinta hewan

Lihat semua (7)

Ayo nonton saat libur akhir tahun

Lihat semua (10)

Ayo nonton berdua: romansa klasik

Lihat semua (12)

Ayo nonton berdua: romansa masa kini

Lihat semua (17)

Ayo nonton berdua: cerita cinta Indonesia

Lihat semua (13)

Ayo nonton bareng sahabat

Lihat semua (11)

Ayo nonton bareng geng: komedi dan persahabatan Indonesia

Lihat semua (11)

Ayo nonton sambil bernyanyi

Lihat semua (10)

Ayo nonton petualangan besar

Lihat semua (8)

Ayo nonton bareng penggemar olahraga

Lihat semua (5)

Ayo nonton sendiri: kisah nyata dan tokoh besar

Lihat semua (9)

Ayo nonton sendiri: cerita dan tokoh negeri

Lihat semua (8)

Panduan AyoNonton

AyoNonton: ayo nonton sama siapa? 155 film pilihan untuk si kecil, sekeluarga, berdua, bareng sahabat, atau sendiri

Pertanyaan pertama sebelum menonton jarang berbunyi "film apa?". Pertanyaan pertama biasanya "nonton sama siapa?". Tiap teman menonton punya film yang paling cocok untuknya. Anak lima tahun, ayah dan ibu, pacar, teman kos, atau diri sendiri di kamar: masing-masing mengajak ke film yang berbeda.

AyoNonton disusun dari pertanyaan itu. Di sini ada 155 film: 108 film internasional dan 47 film Indonesia. Semuanya dibagi ke dalam empat belas ajakan, dan tiap ajakan dimulai dengan dua kata yang sama: ayo nonton. Ayo nonton bareng si kecil. Ayo nonton sekeluarga. Ayo nonton berdua. Ayo nonton bareng sahabat.

Di bawah tiap poster ada label kecil berwarna krem dengan garis merah: nama ajakannya. Di sudut poster ada lencana kuning berisi rating dan lencana gelap berisi durasi. Sekali lihat, Anda tahu film itu untuk siapa, seberapa disukai, dan berapa lama. Untuk perkenalan singkat, buka Mulai di AyoNonton.

Mengapa memilih dari teman menonton

Karena suasana menonton ditentukan oleh orang di sebelah Anda. Film petualangan terasa lebih seru bila ada yang ikut berteriak. Film romantis terasa lebih hangat bila ada tangan untuk digenggam. Film keluarga terasa lengkap bila tiga generasi tertawa pada adegan yang sama.

Karena memilih dari genre sering menyesatkan. "Komedi" bisa berarti Paddington yang aman untuk balita, bisa juga Ferris Bueller's Day Off yang lebih cocok untuk remaja dan teman sebaya. Dua-duanya lucu, dan penontonnya berbeda. Ajakan membereskan hal itu sejak awal.

Dan karena cara ini menghemat waktu. Orang rata-rata menghabiskan belasan menit hanya untuk menggulir daftar film. Di AyoNonton Anda cukup menjawab satu pertanyaan, lalu memilih dari sepuluh atau lima belas judul. Gagasan lengkapnya ada di Nonton sama siapa?

Satu film, satu ajakan

Setiap film kami tonton, kami timbang, lalu kami tempatkan di satu ajakan saja: ajakan yang paling pas untuk suasananya. Mamma Mia! penuh lagu, dan kami menaruhnya di ajakan berdua karena jantung ceritanya sebuah pernikahan di pulau Yunani. Elf film keluarga, dan kami menaruhnya di libur akhir tahun karena di sanalah ia paling bersinar.

Empat belas ajakan itu terbagi dalam empat kelompok. Keluarga memuat empat ajakan dan 51 film. Berdua memuat tiga ajakan dan 42 film. Teman memuat lima ajakan dan 45 film. Sendiri memuat dua ajakan dan 17 film. Jumlahnya 155, dan tiap film muncul satu kali.

Dengan aturan ini, daftar mana pun yang Anda buka selalu utuh dan pendek. Yang terbesar berisi 17 film, yang terkecil 5. Semuanya bisa dilihat sampai habis dalam satu kali gulir.

Papan ajakan di beranda

Di bagian atas beranda ada papan dengan empat baris. Tiap baris diawali kotak berwarna: merah terang untuk Keluarga, merah tua untuk Berdua, hijau untuk Teman, biru untuk Sendiri. Di sebelahnya berjajar tiket-tiket bernomor, dari 01 sampai 14.

Tiap tiket memuat nomor, nama ajakan, dan jumlah film. Tekan tiket mana pun, dan halaman bergulir ke baris posternya. Di bawah papan ada empat belas baris poster, masing-masing menampilkan enam film terpopuler dari ajakan itu, dengan tombol "Lihat semua" di kanan judulnya.

Warna dan nomor membantu ingatan. Setelah dua atau tiga kunjungan, Anda akan hafal: tiket 02 untuk malam keluarga, tiket 06 untuk kencan, tiket 09 untuk kumpul geng.

Tiket 01: ayo nonton bareng si kecil

Tujuh belas film untuk penonton paling muda, dengan durasi tengah 106 menit. Syaratnya sederhana: warnanya cerah, tokohnya ramah, dan ceritanya mudah diikuti anak sambil tetap menghibur orang dewasa di sebelahnya.

Yang tertua sekaligus salah satu yang terbaik adalah Mary Poppins dari 1964: pengasuh ajaib dengan payung terbang, Julie Andrews, dan lagu-lagu yang masih dinyanyikan enam puluh tahun kemudian. Lanjutannya, Mary Poppins Returns dengan Emily Blunt, juga ada di sini. Dua film itu bisa menjadi akhir pekan bertema.

Beruang paling sopan di London hadir lewat Paddington, 95 menit yang nyaris sempurna untuk tontonan pertama anak. Tim Burton menyumbang tiga dunia aneh nan indah: Charlie and the Chocolate Factory, Alice in Wonderland, dan Dumbo. Lalu ada The Jungle Book, Christopher Robin, Dolittle, dan Mr. Popper's Penguins dengan Jim Carrey dan enam penguin di apartemennya.

Dari Indonesia ada tiga permata. Petualangan Sherina dari tahun 2000, film musikal anak yang membangkitkan kembali bioskop nasional, dengan rating 7,9. Petualangan Sherina 2 yang mempertemukan lagi Sherina dan Sadam dua puluh tiga tahun kemudian. Dan Jumbo dari 2025, animasi karya Ryan Adriandhy dengan rating 7,7. Rinciannya ada di Ajakan keluarga.

Tiket 02: ayo nonton sekeluarga

Tujuh belas film untuk ruang keluarga yang penuh, dari kakek sampai cucu. Rata-rata ratingnya 7,37, tertinggi kedua di antara semua ajakan. Delapan di antaranya film Indonesia, dan itu jumlah yang wajar: cerita keluarga adalah kekuatan terbesar sinema kita.

Puncaknya 1 Kakak 7 Ponakan dengan rating 8,4: seorang arsitek muda mendadak menjadi kepala keluarga bagi keponakan-keponakannya. Sutradaranya Yandy Laurens, yang juga membuat Keluarga Cemara dengan rating 8,0: keluarga kota yang jatuh miskin dan menemukan bahwa harta paling berharga adalah keluarga.

Ngeri-Ngeri Sedap membawa penonton ke tepi Danau Toba: sepasang orang tua Batak berpura-pura bertengkar agar empat anaknya pulang. Home Sweet Loan bercerita tentang anak bungsu yang menabung untuk rumah sendiri. Ernest Prakasa hadir dengan tiga film: Cek Toko Sebelah, Cek Toko Sebelah 2, dan Susah Sinyal. Dan Laskar Pelangi, sepuluh anak Belitung dan guru mereka, tetap menjadi tontonan wajib.

Dari luar negeri ada Wonder dengan rating 8,1, tentang anak berwajah istimewa di hari-hari pertama sekolah. Ada Jumanji yang asli dengan Robin Williams, Hugo karya Martin Scorsese, Big dengan Tom Hanks, dan We Bought a Zoo.

Tiket 03: ayo nonton bareng pecinta hewan

Tujuh film, dan inilah ajakan dengan rata-rata rating tertinggi di AyoNonton: 7,49. Ketujuhnya bercerita tentang anjing. Siapkan tisu, karena hampir semuanya menguras air mata dengan cara yang paling manis.

Hachi: A Dog's Tale dengan rating 8,0: anjing Akita yang menunggu tuannya di stasiun setiap sore, bertahun-tahun lamanya. Togo dengan rating 8,1: anjing penarik kereta salju yang menempuh ratusan kilometer es Alaska demi mengantar obat. The Art of Racing in the Rain, juga 8,1: kisah seorang pembalap, diceritakan oleh anjingnya.

Marley & Me untuk yang ingin tertawa dulu sebelum menangis. A Dog's Purpose untuk yang percaya anjing selalu menemukan jalan pulang. Dog Gone dari kisah nyata pencarian seekor anjing di jalur pendakian. Dan dari Indonesia June & Kopi: dua anjing dan satu keluarga muda di Jakarta, 90 menit yang hangat.

Tiket 04: ayo nonton saat libur akhir tahun

Sepuluh film untuk bulan Desember, dengan durasi tengah 98 menit, yang tersingkat di antara semua ajakan. Film liburan memang sebaiknya ringan: ditonton sambil makan kue, diselingi obrolan, dan boleh ditinggal sebentar ke dapur.

Rajanya tetap Home Alone 2: Lost in New York dari 1992: Kevin tersasar ke New York, menginap di hotel mewah dengan kartu kredit ayahnya, dan kembali memasang jebakan. Elf menampilkan Will Ferrell sebagai manusia yang dibesarkan para peri Kutub Utara. Christmas with the Kranks dan Four Christmases menertawakan repotnya tradisi keluarga.

Yang lebih baru: Candy Cane Lane dengan Eddie Murphy, Oh. What. Fun. dengan Michelle Pfeiffer sebagai ibu yang terlupakan di hari besar, dan Home Sweet Home Alone. Untuk yang ingin romansa bersalju ada Christmas at the Palace dan Too Close for Christmas. Dan This Christmas menghadirkan keluarga besar dengan musik yang meriah.

Tiket 05: ayo nonton berdua, romansa klasik

Dua belas film dari 1993 sampai 2010, masa ketika komedi romantis merajai bioskop. Inilah film-film yang dialognya dihafal orang dan adegannya ditiru di lamaran pernikahan.

Notting Hill: pemilik toko buku kecil di London dan bintang film paling terkenal di dunia. Julia Roberts dan Hugh Grant, 124 menit, dan satu kalimat di toko buku yang dikenang semua orang. Hugh Grant muncul lagi di Music and Lyrics sebagai penyanyi pop yang kariernya meredup.

Dua film Richard Linklater berdiri sendiri di kelasnya: Before Sunrise dengan rating 8,0 dan Before Sunset dengan 7,8. Dua orang, satu kota, dan percakapan sepanjang film. Yang kedua hanya 80 menit, film tersingkat di seluruh katalog, dan terasa lebih singkat lagi.

Groundhog Day mengulang satu hari yang sama sampai tokohnya belajar mencintai. The Holiday menukar rumah dua perempuan di dua benua. You've Got Mail mempertemukan dua pesaing lewat surat elektronik. Flipped, rating 8,0, mengisahkan cinta pertama dari dua sudut pandang. Dan Mamma Mia! menutup malam dengan lagu-lagu ABBA.

Tiket 06: ayo nonton berdua, romansa masa kini

Tujuh belas film dari 2018 sampai 2026, kebanyakan lahir di layanan streaming. Formatnya segar: durasi tengah 107 menit, pemeran muda, dan latar yang berpindah dari Roma sampai Singapura.

Dua judul terbaru memimpin rating: Voicemails for Isabelle dengan 8,3 dan The Love Hypothesis dengan 8,2, keduanya dari 2026. Yang paling terkenal tetap To All the Boys I've Loved Before, surat-surat cinta rahasia yang terkirim sendiri, dan Crazy Rich Asians, kisah gadis biasa yang bertemu keluarga pacarnya yang luar biasa kaya di Singapura.

Untuk kencan bertema perjalanan: La Dolce Villa di Italia, Irish Wish di Irlandia, The Wrong Paris yang ternyata Paris di Texas, dan The Map That Leads to You dengan kereta-kereta Eropa. Untuk yang ingin sedikit lebih dalam: Words on Bathroom Walls dengan rating 7,8 dan The Life List.

Dan untuk malam yang ingin serba ringan: Upgraded, Your Place or Mine, Picture This, dan Find Me Falling. Panduan memilihnya ada di Ajakan berdua.

Tiket 07: ayo nonton berdua, cerita cinta Indonesia

Tiga belas film Indonesia, seluruhnya tentang cinta, dari 2002 sampai 2025. Di ajakan inilah film dengan rating tertinggi di AyoNonton berada: Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dengan 8,8. Seorang penulis skenario menulis film tentang perempuan yang ia cintai, dan film itu sendiri hampir seluruhnya hitam-putih.

Sejarahnya dimulai dari Ada Apa dengan Cinta? pada 2002: Cinta, Rangga, puisi, dan bandara. Empat belas tahun kemudian keduanya bertemu lagi di Yogyakarta dalam Ada Apa Dengan Cinta? 2. Dian Sastrowardoyo juga hadir di Aruna & Lidahnya, perjalanan kuliner yang diam-diam romantis.

Generasi berikutnya punya Dilan 1990 dan Dilan 1991: Bandung, motor, dan rayuan yang jadi bahasa sehari-hari. Lalu Sore: Istri Dari Masa Depan dengan rating 7,5, A Perfect Fit di Bali, Critical Eleven, Milly & Mamet, dan Geez & Ann.

Yang paling megah adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: 163 menit, kisah Zainuddin dan Hayati dari roman Buya Hamka, dengan busana dan kapal uap tahun tiga puluhan.

Tiket 08: ayo nonton bareng sahabat

Sebelas film untuk ditonton dengan teman dekat, yang enak dibahas sampai larut. Rata-rata ratingnya 7,18, dan durasi tengahnya 102 menit.

Dua film John Hughes membuka daftar: The Breakfast Club dari 1985, lima murid dengan lima watak dihukum bersama pada suatu Sabtu, dan Ferris Bueller's Day Off dari 1986, bolos sekolah paling legendaris dalam sejarah film. Empat puluh tahun berlalu, dan keduanya masih terasa seperti obrolan dengan teman lama.

Lalu film-film perjalanan: Little Miss Sunshine, satu keluarga dan sebuah mobil van kuning yang harus didorong. Hunt for the Wilderpeople, anak kota dan paman pemarah tersesat di hutan Selandia Baru. The Peanut Butter Falcon, seorang pemuda yang kabur demi menjadi pegulat. The Secret Life of Walter Mitty, pegawai pemalu yang akhirnya benar-benar bertualang.

Untuk tawa: Liar Liar dengan Jim Carrey yang sehari penuh hanya bisa berkata jujur, 17 Again, dan Uncle Drew. Untuk selera makan: Chef, yang sebaiknya ditonton sesudah makan malam.

Tiket 09: ayo nonton bareng geng

Sebelas film Indonesia tentang persahabatan, kantor, dan tawa. Cocok untuk kumpul teman sekolah, teman kuliah, atau teman kerja.

5 cm: lima sahabat mendaki Mahameru, dan sejak film ini jalur pendakian Semeru ramai oleh penonton yang ingin mengulang adegannya. Bebas dengan rating 8,0: geng SMA tahun sembilan puluhan berkumpul lagi sesudah dewasa, karya Riri Riza. Catatan Akhir Sekolah: tiga sahabat membuat film dokumenter tentang sekolah mereka.

Komedi kantor diwakili My Stupid Boss dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan dengan rating 7,6. Komedi keluarga kaya mendadak ada di Orang Kaya Baru. Sweet 20 mengubah nenek tujuh puluh tahun menjadi gadis dua puluh. Dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 menghidupkan lagi trio pelawak legendaris.

Yang paling unik barangkali Janji Joni, film panjang pertama Joko Anwar: pengantar rol film yang harus menepati janji tiba tepat waktu. Hanya 83 menit, dan terasa seperti surat cinta kepada bioskop. Ditambah Filosofi Kopi dan Ali & Ratu Ratu Queens.

Tiket 10: ayo nonton sambil bernyanyi

Sepuluh film yang membuat penontonnya ikut bersenandung. Aturannya satu: boleh bernyanyi keras-keras.

Dua yang tertinggi sama-sama 7,9. CODA: gadis remaja, satu-satunya yang dapat mendengar di keluarganya, menemukan bahwa ia pandai menyanyi. Sing Street: remaja Dublin tahun delapan puluhan membentuk band demi memikat seorang gadis. Sutradara film kedua, John Carney, juga membuat Flora and Son.

Elvis karya Baz Luhrmann adalah yang terpanjang, 159 menit gemerlap. tick, tick... BOOM! menampilkan Andrew Garfield sebagai penulis musikal yang dikejar usia tiga puluh. Blinded by the Light mengisahkan remaja keturunan Pakistan di Inggris yang hidupnya berubah oleh lagu-lagu Bruce Springsteen.

Untuk pesta: Pitch Perfect 2, Pitch Perfect 3, dan High School Musical. Untuk senyum hangat: Fisherman's Friends, sepuluh nelayan Cornwall yang mendadak masuk tangga lagu.

Tiket 11: ayo nonton petualangan besar

Delapan film untuk layar terbesar dan suara terkeras di rumah. Durasi tengahnya 125 menit, dan inilah ajakan untuk ramai-ramai dengan camilan berlimpah.

Jurassic Park dari 1993 tetap menjadi ukuran: rating 8,0, dan dinosaurusnya masih meyakinkan tiga puluh tahun kemudian. The Hobbit: The Desolation of Smaug adalah yang terpanjang, 161 menit bersama naga di gunung emas. Jungle Cruise dan Jumanji: The Next Level menghadirkan Dwayne Johnson dua kali, dan Star Trek Beyond membawa penonton ke luar angkasa.

Tiga film Indonesia melengkapinya: Gundala karya Joko Anwar, pahlawan berkekuatan petir dari komik lama. Sri Asih, pahlawan perempuan pertama dari jagat yang sama. Dan Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, pendekar jenaka dari cerita silat.

Tiket 12: ayo nonton bareng penggemar olahraga

Lima film, ajakan terkecil, dengan durasi tengah terpanjang: 134 menit. Film olahraga yang baik selalu tentang manusianya, dan pertandingannya menjadi bonus.

F1 dari 2025 memimpin dengan rating 7,8: Brad Pitt sebagai pembalap veteran yang kembali ke lintasan. Brad Pitt pula yang membintangi Moneyball, kisah manajer bisbol yang menyusun tim dengan statistik. King Richard mengikuti ayah yang melatih dua putrinya menjadi juara tenis dunia.

American Underdog bercerita tentang pegawai swalayan yang menjadi bintang liga. Dan Back of the Net, 86 menit, tentang gadis pencinta sains yang tersasar ke akademi sepak bola. Semua ajakan untuk teman dirangkum di Ajakan teman.

Tiket 13: ayo nonton sendiri, kisah nyata dan tokoh besar

Ada malam ketika teman menonton terbaik adalah diri sendiri: lampu redup, ponsel disingkirkan, dan sebuah film yang ingin Anda simak baik-baik. Sembilan film di tiket ini diangkat dari kehidupan orang-orang nyata, dengan rata-rata rating 7,14.

Lion dengan rating 8,0: bocah India tertidur di kereta, terbawa ribuan kilometer dari rumah, diadopsi keluarga Australia, dan dua puluh lima tahun kemudian mencari kampungnya lewat peta satelit. A Beautiful Mind dengan 7,9: matematikawan jenius John Nash dan pergulatannya dengan pikirannya sendiri. Rain Man dengan 7,7: dua bersaudara dan perjalanan darat yang mengubah keduanya.

Tiga film tentang pendiri dan penemu: The Social Network tentang lahirnya jejaring sosial terbesar di dunia, The Founder tentang orang yang menjadikan sebuah kedai burger sebagai kerajaan waralaba, dan Tucker: The Man and His Dream karya Francis Ford Coppola tentang perancang mobil yang melampaui zamannya. Ditambah Tesla.

Dan dua film tentang keluarga dan kenangan: Belfast, masa kecil Kenneth Branagh dalam hitam-putih, dan Goodbye June, film pertama Kate Winslet sebagai sutradara.

Tiket 14: ayo nonton sendiri, cerita dan tokoh negeri

Delapan film Indonesia untuk ditonton dengan tenang, sebagian dari sejarah dan sebagian dari novel yang dicintai. Durasi tengahnya 121 menit.

Tiga tokoh sejarah: Kartini dengan Dian Sastrowardoyo sebagai putri Jepara yang menulis surat-surat perubahan. Gie dengan Nicholas Saputra sebagai Soe Hok Gie, mahasiswa, penulis, dan pendaki dari tahun enam puluhan. Dan Bumi Manusia dari novel Pramoedya Ananta Toer, 181 menit, film terpanjang di seluruh katalog.

Dua kisah pendidikan: Sang Pemimpi, lanjutan Laskar Pelangi tentang remaja Belitung yang bermimpi sampai Paris, dan Negeri 5 Menara, enam santri dan semboyan yang mereka pegang seumur hidup.

Tiga drama keluarga masa kini yang lebih enak direnungkan sendiri: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti dengan rating 8,0, dan Surat untuk Masa Mudaku dari 2026 dengan rating 7,9. Kedua tiket untuk menonton sendiri dibahas di Ajakan sendiri.

AyoNonton dalam angka

Seluruh katalog berdurasi 17.289 menit, atau sekitar 288 jam. Bila Anda menonton satu film setiap malam, katalog ini cukup untuk lima bulan lebih.

Kelompok terbesar adalah Keluarga dengan 51 film, lalu Teman dengan 45, Berdua dengan 42, dan Sendiri dengan 17. Tiga ajakan sama-sama memuat 17 film: bareng si kecil, sekeluarga, dan romansa masa kini. Yang terkecil adalah penggemar olahraga dengan 5 film.

Rata-rata rating tertinggi dimiliki pecinta hewan dengan 7,49, lalu sekeluarga dengan 7,37, penggemar olahraga dengan 7,28, dan cerita cinta Indonesia dengan 7,25. Yang terendah libur akhir tahun dengan 6,08: film liburan ditonton karena tradisi, dan penonton memaafkan banyak hal di bulan Desember.

Durasi tengah terpanjang ada di penggemar olahraga, 134 menit, lalu petualangan besar, 125 menit. Yang tersingkat libur akhir tahun, 98 menit, lalu pecinta hewan, 100 menit. Film terpanjang adalah Bumi Manusia dengan 181 menit, dan yang tersingkat Before Sunset dengan 80 menit.

Film Indonesia di tiap kelompok

Empat puluh tujuh film Indonesia tersebar di tujuh ajakan. Tiga ajakan seluruhnya berisi film Indonesia: cerita cinta Indonesia dengan 13 film, bareng geng dengan 11, dan cerita negeri dengan 8. Empat ajakan lain bercampur: sekeluarga memuat 8 film Indonesia dari 17, bareng si kecil 3, petualangan besar 3, dan pecinta hewan 1.

Artinya, di kelompok mana pun Anda berada, selalu ada pilihan dari negeri sendiri. Dan untuk urusan keluarga, film Indonesia justru memimpin: lima dari enam rating tertinggi di tiket sekeluarga adalah film kita, dari 1 Kakak 7 Ponakan sampai Cek Toko Sebelah 2.

Daftar lengkapnya, ajakan demi ajakan, ada di Film Indonesia di AyoNonton.

Label ajakan dan dua lencana

Tiap poster di AyoNonton membawa tiga tanda. Di kiri atas, lencana kuning berisi rating penonton dari sepuluh, dengan koma desimal: 7,6 atau 8,1. Di kanan atas, lencana gelap berisi durasi dalam menit. Dan di bawah poster, label krem bergaris merah dengan nama ajakannya.

Label itu ditulis pendek: Si kecil, Sekeluarga, Berdua, Sahabat, Geng, Bernyanyi, Petualangan, Kisah nyata, Cerita negeri, Pecinta hewan, Olahraga, Libur akhir tahun. Di halaman pencarian dan di Daftar Saya, label yang sama ikut tampil, sehingga Anda selalu tahu untuk siapa sebuah film dipilih.

Di bawah label ada judul film, lalu tahun dan genre utamanya. Penjelasan lengkapnya ada di Tiket dan label ajakan, dan soal angka di lencana ada di Durasi dan rating.

Halaman film

Tekan poster mana pun untuk membuka halaman filmnya. Di bagian atas ada judul, tahun, durasi, rating, dan genre. Di bawahnya sinopsis berbahasa Indonesia, ditulis ringkas dan aman dari bocoran akhir cerita.

Lalu daftar pemeran utama dan sutradara. Nama-nama itu bisa ditekan di kotak pencarian untuk menemukan film lain dari orang yang sama. Di bagian bawah ada deretan film lain dari ajakan yang sama, supaya malam Anda punya cadangan.

Tombol Tonton sekarang

AyoNonton adalah panduan: tugasnya mengenalkan film dan menunjukkan jalannya. Di tiap halaman film ada bagian "Tempat menonton" dengan daftar negara dan tombol Tonton sekarang. Pilih negara Anda, tekan tombolnya, dan halaman judul itu terbuka di JustWatch, lengkap dengan layanan langganan, sewa, beli, dan gratis yang menyediakannya hari ini.

Pilihan negara tersimpan di peramban, jadi untuk film berikutnya Anda tinggal menekan satu tombol. Soal bahasa film dan teks terjemahan dijelaskan di Bahasa dan subtitle.

Pencarian

Kotak pencarian ada di bilah atas. Ketik beberapa huruf judul, nama pemeran, nama sutradara, atau tahun. "Sherina" memunculkan dua petualangannya. "Yandy Laurens" memunculkan empat filmnya di dua ajakan. "2019" memunculkan film-film dari tahun itu.

Hasil pencarian tampil sebagai poster dengan label ajakan yang sama. Caranya dijelaskan di Pencarian, dan seluruh katalog menurut abjad ada di halaman A–Z.

Daftar Saya

Di tiap halaman film ada tombol untuk menambahkannya ke Daftar Saya. Daftar itu tersimpan di peramban perangkat Anda sendiri dan terbuka dari tautan Daftar Saya di bilah atas.

Saran kami: simpan satu film dari tiap kelompok. Satu untuk keluarga, misalnya Wonder. Satu untuk berdua, misalnya Notting Hill. Satu untuk teman, misalnya 5 cm. Dan satu untuk sendiri, misalnya Lion. Dengan empat judul itu, siapa pun yang datang ke rumah, Anda sudah siap. Selengkapnya di Panduan Daftar Saya.

Di ponsel

Di layar kecil, papan ajakan menjadi empat blok bertumpuk, dan tiket-tiketnya tersusun dua kolom. Poster tampil dua kolom dengan label yang tetap terbaca. Menu atas terlipat ke dalam tombol tiga garis, berisi pencarian, tautan ajakan, dan Daftar Saya. Rinciannya ada di AyoNonton di ponsel.

Sutradara yang muncul di banyak ajakan

Beberapa sutradara punya film di lebih dari satu ajakan, dan itu tanda keluwesan mereka. Riri Riza memimpin dengan tujuh film di lima ajakan: Petualangan Sherina dan lanjutannya untuk si kecil, Laskar Pelangi untuk sekeluarga, Ada Apa Dengan Cinta? 2 untuk berdua, Bebas untuk geng, serta Gie dan Sang Pemimpi untuk ditonton sendiri. Satu sutradara, dan seluruh usia penonton terlayani.

Ernest Prakasa punya lima film di tiga ajakan: tiga komedi keluarga di tiket sekeluarga, Milly & Mamet untuk berdua, dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan untuk geng. Yandy Laurens punya empat film di dua ajakan, dan keempatnya berating 7,5 ke atas: dua tentang keluarga, dua tentang cinta.

Angga Dwimas Sasongko punya empat: Filosofi Kopi untuk geng, Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 untuk petualangan, dan dua drama keluarga di cerita negeri. Hanung Bramantyo punya tiga, dan Joko Anwar dua: Janji Joni yang jenaka dan Gundala yang kelam, tanda luasnya rentang seorang pembuat film.

Dari luar negeri, Jon Favreau hadir di tiga ajakan: The Jungle Book untuk si kecil, Elf untuk libur akhir tahun, dan Chef untuk sahabat. Lasse Hallström membuat dua film anjing dan satu romansa perjalanan. Tim Burton punya tiga film, semuanya di tiket si kecil.

Bintang yang paling sering Anda temui

Di antara pemeran, dua nama Indonesia muncul paling sering: Nicholas Saputra dan Reza Rahadian, masing-masing di lima film. Nicholas Saputra bisa Anda temui sebagai Rangga, sebagai Joni si pengantar rol film, dan sebagai Soe Hok Gie. Reza Rahadian tampil dari bos yang menyebalkan sampai suami yang berduka.

Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti, Derby Romero, dan Iqbaal Ramadhan masing-masing hadir di empat film. Iqbaal menjadi Dilan dua kali, Minke di Bumi Manusia, dan Ali di Ali & Ratu Ratu Queens: empat film, tiga ajakan. Derby Romero tumbuh di depan mata penonton, dari Sadam kecil di tahun 2000 sampai pria dewasa di Home Sweet Loan.

Dari Hollywood, Tom Hanks, Ethan Hawke, dan Owen Wilson masing-masing muncul di tiga film. Robin Williams hadir dua kali, di Jumanji dan di museum yang hidup pada malam hari. Dwayne Johnson dua kali di tiket petualangan. Brad Pitt dua kali di tiket olahraga.

Ajakan menurut usia penonton

Bila di rumah ada anak di bawah tujuh tahun, mulailah dari tiket 01. Paddington, Jumbo, dan Christopher Robin adalah tiga pilihan paling aman. Untuk anak sekolah dasar, tambahkan Petualangan Sherina, Dora and the Lost City of Gold, dan Night at the Museum: Secret of the Tomb.

Untuk remaja, tiket 02 dan tiket 08 paling pas: Wonder, Middle School: The Worst Years of My Life, The Breakfast Club. Remaja yang sedang jatuh cinta akan menyukai Flipped dan Dilan 1990. Remaja yang suka musik akan menyukai Sing Street.

Untuk orang tua dan kakek-nenek, cerita keluarga Indonesia selalu berhasil: Keluarga Cemara dan Ngeri-Ngeri Sedap. Dan untuk nostalgia mereka sendiri: Mary Poppins, Rain Man, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Rencana malam Minggu

Malam Minggu adalah waktu menonton paling umum di negeri ini, dan tiap jenis malam Minggu punya resepnya. Malam Minggu berdua, kencan pertama: pilih yang ringan dan pendek, Flipped atau Upgraded. Kencan kesekian: Before Sunrise, lalu minggu depannya Before Sunset.

Malam Minggu sekeluarga: satu film untuk semua. Jumanji bila anak-anak sudah besar, Paddington bila masih kecil. Malam Minggu bareng teman kos: My Stupid Boss atau Liar Liar, lalu lanjut satu film lagi selagi pesanan makanan masih di jalan.

Malam Minggu sendiri: hadiahkan diri Anda Lion atau The Secret Life of Walter Mitty. Contoh rencana lengkap untuk empat malam Minggu dalam sebulan ada di Rencana malam Minggu.

Tontonan ganda yang serasi

Beberapa film enak dipasangkan, dua judul dalam satu malam atau satu akhir pekan. Ada Apa dengan Cinta? dan Ada Apa Dengan Cinta? 2: empat belas tahun dalam empat jam. Dilan 1990 dan Dilan 1991: satu tahun ajaran penuh. Petualangan Sherina dan lanjutannya: masa kecil dan masa dewasa dua sahabat.

Cek Toko Sebelah dan Cek Toko Sebelah 2 untuk malam keluarga dua babak. Mary Poppins dan Mary Poppins Returns untuk Sabtu dan Minggu bersama anak. Pitch Perfect 2 dan Pitch Perfect 3 untuk pesta menyanyi.

Pasangan lintas ajakan juga menarik. Laskar Pelangi di tiket sekeluarga dan Sang Pemimpi di cerita negeri: anak-anak Belitung tumbuh remaja. Jumanji di sekeluarga dan Jumanji: The Next Level di petualangan besar: papan permainan berubah menjadi gim video. Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini dan Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti: satu keluarga, dua masa.

Sebulan bersama AyoNonton

Bila ingin mencicipi seluruh papan dalam sebulan, ikuti jadwal ini. Minggu pertama untuk Keluarga: Jumat Paddington, Sabtu Keluarga Cemara, Minggu Hachi: A Dog's Tale. Minggu kedua untuk Berdua: Notting Hill, To All the Boys I've Loved Before, dan Jatuh Cinta Seperti di Film-Film.

Minggu ketiga untuk Teman: The Breakfast Club, 5 cm, Sing Street. Minggu keempat untuk petualangan dan diri sendiri: Jurassic Park, King Richard, dan Lion. Dua belas film, dua belas ajakan, dan di akhir bulan Anda tahu persis tiket mana yang paling sering ingin Anda sobek.

Dua ajakan tersisa punya musimnya sendiri: libur akhir tahun untuk Desember, dan cerita negeri untuk Agustus, ketika Kartini, Gie, dan Bumi Manusia terasa paling pas.

Dari suasana hati ke ajakan

Ingin tertawa lepas? Tiket 09, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 atau Orang Kaya Baru. Ingin menangis dengan lega? Tiket 03, film anjing mana pun. Ingin semangat pada hari Senin? Tiket 12, American Underdog. Ingin percaya lagi pada cinta? Tiket 05.

Ingin pulang kampung lewat layar? Ngeri-Ngeri Sedap. Ingin jalan-jalan? La Dolce Villa ke Italia, Lion ke India dan Tasmania, Hunt for the Wilderpeople ke Selandia Baru, 5 cm ke Semeru. Ingin lapar? Chef dan Aruna & Lidahnya, dua film yang sebaiknya ditonton dengan perut terisi.

Peta Indonesia di layar

Menonton film Indonesia di AyoNonton sama dengan berkeliling Nusantara dari sofa. Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi membawa Anda ke Belitung, dengan pantai berbatu granit dan sekolah kayu yang hampir roboh. Ngeri-Ngeri Sedap ke tepi Danau Toba. Dilan 1990 ke Bandung tahun sembilan puluhan, lengkap dengan angkot dan telepon umum.

Ada Apa Dengan Cinta? 2 ke Yogyakarta, dari Punthuk Setumbu sampai warung kopi. 5 cm ke puncak Mahameru. A Perfect Fit ke Bali. Kartini ke Jepara abad kesembilan belas. Negeri 5 Menara ke pesantren di Jawa Timur. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ke ranah Minang, Batavia, dan Surabaya.

Aruna & Lidahnya adalah yang paling rakus: Surabaya, Pamekasan, Pontianak, dan Singkawang, kota demi kota, piring demi piring. Dan Petualangan Sherina ke perkebunan teh dan peneropongan bintang di Lembang.

Dan peta dunia

Film internasionalnya pun rajin bepergian. London muncul di Paddington, Notting Hill, dan Mary Poppins. New York di Home Alone 2: Lost in New York, Elf, dan You've Got Mail. Wina di Before Sunrise, dan Paris di Before Sunset.

Dublin di Sing Street, Singapura di Crazy Rich Asians, sebuah pulau Yunani di Mamma Mia!, dan Alaska yang membeku di Togo. Lion menyeberang dari India ke Tasmania. The Secret Life of Walter Mitty melompat dari kantor di New York ke Greenland, Islandia, dan Himalaya.

Dan beberapa film pergi ke tempat yang hanya ada di imajinasi: pulau dinosaurus di Jurassic Park, gunung naga di The Hobbit: The Desolation of Smaug, pabrik cokelat di Charlie and the Chocolate Factory, dan negeri mimpi di Slumberland.

Dari buku ke layar

Banyak film di papan ini lahir dari buku, dan itu kabar baik bagi keluarga yang gemar membaca. Dari Indonesia: Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi dari novel Andrea Hirata, Bumi Manusia dari Pramoedya Ananta Toer, Negeri 5 Menara dari Ahmad Fuadi, 5 cm dari Donny Dhirgantoro, Dilan 1990 dari Pidi Baiq, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dari Hamka.

Dari rak buku anak dunia: Charlie and the Chocolate Factory, Alice in Wonderland, The Jungle Book, Paddington, Mary Poppins, The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, The Golden Compass, dan Wonder. Delapan film, delapan buku yang bisa dibacakan sebelum tidur.

Urutannya terserah Anda: baca dulu lalu tonton, atau tonton dulu lalu baca. Anak-anak biasanya senang menemukan adegan yang berbeda di antara keduanya.

Camilan untuk tiap ajakan

Saran terakhir yang ringan: sesuaikan camilan dengan tiketnya. Untuk si kecil, potongan buah dan susu cokelat, tentu sambil menonton Charlie and the Chocolate Factory. Untuk sekeluarga, gorengan hangat satu piring besar. Untuk berdua, cokelat dan teh.

Untuk geng, mi instan beramai-ramai dan kopi, apalagi bila filmnya Filosofi Kopi. Untuk petualangan besar, berondong jagung dalam mangkuk terbesar di rumah. Untuk libur akhir tahun, kue kering dan sirop. Dan untuk menonton sendiri, secangkir minuman hangat sudah cukup: filmnya yang akan mengisi sisanya.

Berapa lama menghabiskan satu tiket?

Karena tiap ajakan pendek, Anda bisa menamatkannya. Tiket penggemar olahraga berdurasi 632 menit: lima film, sekitar sepuluh setengah jam, cukup untuk satu akhir pekan panjang. Tiket pecinta hewan 715 menit, hampir dua belas jam, dan sebaiknya dicicil supaya mata sempat kering.

Tiket libur akhir tahun 1.019 menit, sekitar tujuh belas jam: sepuluh malam di bulan Desember, satu film tiap malam, dimulai tanggal lima belas dan selesai tepat sebelum malam Natal. Tiket petualangan besar 1.040 menit untuk delapan film, dan tiket kisah nyata 1.050 menit untuk sembilan film.

Yang terpanjang adalah tiket sekeluarga dengan 1.878 menit dan tiket si kecil dengan 1.856 menit, masing-masing sekitar tiga puluh satu jam. Dengan satu film tiap akhir pekan, keduanya menemani keluarga Anda selama empat bulan.

Tiga generasi penonton Indonesia

Papan ini diam-diam merekam tiga generasi penonton bioskop kita. Generasi pertama tumbuh bersama Petualangan Sherina pada tahun 2000 dan Ada Apa dengan Cinta? pada 2002, dua film yang menandai bangkitnya kembali film nasional. Mereka yang dulu menyanyikan lagu Sherina di bangku SD kini menonton lanjutannya bersama anak sendiri.

Generasi kedua mengenal bioskop lewat Laskar Pelangi pada 2008, 5 cm pada 2012, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck pada 2013: film-film dari novel laris yang membuat antrean tiket mengular. Generasi ketiga adalah generasi Dilan 1990, Keluarga Cemara, dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan.

Dan kini generasi terbaru punya Jumbo, 1 Kakak 7 Ponakan, dan Sore: Istri Dari Masa Depan, ketiganya dari 2025. Menonton lintas generasi adalah salah satu kegembiraan tiket sekeluarga: orang tua memperkenalkan film masa mudanya, anak memperkenalkan film zamannya.

Bangku sekolah di layar

Sekolah adalah latar yang muncul di hampir semua kelompok. Di tiket sekeluarga ada Laskar Pelangi dengan Bu Muslimah dan sepuluh muridnya, Wonder dengan hari pertama Auggie di kelas lima, dan Middle School: The Worst Years of My Life dengan murid yang gemar menggambar.

Di tiket sahabat ada The Breakfast Club, seluruhnya berlangsung di perpustakaan sekolah pada satu hari Sabtu. Di tiket geng ada Catatan Akhir Sekolah dan Bebas. Di tiket bernyanyi ada High School Musical. Di tiket berdua ada To All the Boys I've Loved Before dan Dilan 1990.

Dan di cerita negeri ada Negeri 5 Menara dan Sang Pemimpi, dua film tentang guru yang mengubah hidup muridnya dengan satu kalimat. Bagi pelajar, film-film ini cermin. Bagi orang dewasa, pintu pulang ke masa remaja.

Ayah dan ibu di layar

Banyak film di papan ini sesungguhnya tentang orang tua. King Richard: ayah dengan rencana tujuh puluh delapan halaman untuk masa depan dua putrinya. Ngeri-Ngeri Sedap: ayah yang keras dan ibu yang menjadi jembatan. Susah Sinyal: ibu pengacara yang sibuk dan putri remajanya, berlibur ke Sumba untuk saling mengenal lagi.

We Bought a Zoo: duda dengan dua anak yang membeli kebun binatang. Lion: dua ibu, satu di India dan satu di Australia, dan anak yang mencintai keduanya. CODA: orang tua tunarungu dan putri yang menjadi telinga mereka. Oh. What. Fun.: ibu yang tertinggal saat seluruh keluarga berangkat.

Film-film ini paling terasa bila ditonton bersama orang tua sendiri. Dan bila mereka jauh, sebuah pesan singkat sesudah film berakhir akan sangat berarti.

Mulai jam berapa?

Lencana durasi di sudut poster berguna untuk menghitung mundur. Bila anak harus tidur pukul sembilan, mulailah Paddington pukul tujuh, karena 95 menit berakhir sebelum pukul sembilan kurang seperempat. Mary Poppins dengan 139 menit lebih cocok untuk Minggu siang.

Untuk berdua, film di bawah seratus menit menyisakan waktu mengobrol: Before Sunset dengan 80 menit, Flipped dan Bride Wars dengan 89 menit, serta Irish Wish dan Find Me Falling dengan 94 menit. Untuk malam panjang, The Holiday dengan 136 menit dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dengan 163 menit.

Untuk kumpul teman, hitung dua film: Janji Joni dengan 83 menit dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 dengan 95 menit pas ditonton berurutan dalam tiga jam. Dan bila ingin satu tontonan besar, The Hobbit: The Desolation of Smaug mengisi hampir tiga jam sendirian.

Film yang enak ditonton ulang

Sebagian film di papan ini justru makin enak pada tontonan kedua dan ketiga. Groundhog Day memang tentang mengulang, dan tiap kali ditonton selalu ada lelucon yang baru tertangkap. Home Alone 2: Lost in New York ditonton ulang tiap Desember oleh jutaan keluarga, dan anak-anak hafal urutan jebakannya.

Ada Apa dengan Cinta? ditonton ulang demi puisinya. Laskar Pelangi demi lagu dan pantainya. Notting Hill demi adegan konferensi pers. Jurassic Park demi gelas air yang bergetar. The Breakfast Club demi surat di akhir film.

Simpan film-film seperti ini di Daftar Saya dengan tujuan khusus: tontonan aman ketika Anda ingin sesuatu yang sudah pasti menyenangkan.

Pesan kecil dari tiap kelompok

Tiap kelompok ajakan, bila diringkas, membawa satu pesan. Kelompok Keluarga berkata: rumah adalah orang-orangnya. Itu terdengar di Keluarga Cemara, di Wonder, dan bahkan di Hachi: A Dog's Tale, sebab anjing pun anggota keluarga.

Kelompok Berdua berkata: beranilah mengatakannya. Di Notting Hill, di Dilan 1990, di Flipped, cinta selalu dimulai dari satu kalimat yang akhirnya terucap. Kelompok Teman berkata: perjalanan lebih penting daripada tujuan, seperti pendakian di 5 cm dan mobil van di Little Miss Sunshine.

Dan kelompok Sendiri berkata: satu orang bisa mengubah banyak hal. Kartini dengan suratnya, Gie dengan tulisannya, Saroo di Lion dengan kegigihannya. Empat pesan, 155 cara menyampaikannya.

Tata cara nonton bareng di rumah

Sedikit kebiasaan membuat nonton bareng lebih nyaman. Sepakati filmnya sebelum camilan disiapkan, dengan membuka satu tiket dan memilih bersama dari daftar pendeknya. Biarkan yang paling muda memegang hak memilih pada giliran pertama.

Matikan lampu utama, sisakan satu lampu kecil. Kumpulkan ponsel di satu meja. Jeda hanya untuk hal penting. Dan sesudah film selesai, luangkan lima menit untuk bertukar adegan kesukaan: itulah bagian yang paling diingat anak-anak ketika mereka dewasa.

Kalender ajakan sepanjang tahun

Beberapa tiket punya bulan terbaiknya. Februari milik kelompok Berdua: sepanjang pekan kasih sayang, Valentine's Day terasa paling pas, disusul The Holiday dan Critical Eleven. April, bulan Kartini, cocok untuk Kartini dan film-film tentang perempuan tangguh seperti CODA dan Home Sweet Loan.

Libur sekolah pertengahan tahun adalah musim tiket si kecil dan petualangan besar: Jungle Cruise, Dora and the Lost City of Gold, dan Petualangan Sherina. Agustus untuk cerita negeri. Masa mudik dan Lebaran untuk tiket sekeluarga, ketika rumah penuh dan Ngeri-Ngeri Sedap terasa seperti cerita keluarga sendiri.

Oktober, bulan pertandingan besar di banyak cabang, untuk tiket olahraga. Dan Desember tentu untuk libur akhir tahun, ditutup dengan Home Alone 2: Lost in New York pada malam pergantian tahun. Dengan kalender ini, papan AyoNonton menemani Anda dua belas bulan penuh, dan tiap bulan ada alasan baru untuk berkata: ayo nonton.

Tempelkan kalender kecil itu di pintu kulkas bila perlu. Awal tahun untuk resolusi dan kisah nyata yang membakar semangat, seperti The Founder dan A Beautiful Mind. Pertengahan tahun untuk tawa bersama geng. Akhir tahun untuk keluarga.

Lima film pertama bagi pengunjung baru

Bila Anda baru tiba dan ingin daftar pendek, inilah lima judul dari lima sudut papan. Pertama, Paddington dari tiket si kecil: 95 menit yang disukai semua usia. Kedua, Keluarga Cemara dari tiket sekeluarga: cerita yang membuat seisi rumah saling memeluk.

Ketiga, Before Sunrise dari tiket romansa klasik: tanda bahwa dua orang dan percakapan yang jujur sudah cukup untuk sebuah film. Keempat, Bebas dari tiket geng: persahabatan lintas dua dekade dengan lagu-lagu tahun sembilan puluhan. Kelima, Lion dari tiket kisah nyata: perjalanan pulang paling mengharukan di katalog.

Lima film itu berlangsung 543 menit, sekitar sembilan jam. Satu film tiap akhir pekan, dan dalam lima minggu Anda sudah mengenal watak AyoNonton.

Pertanyaan yang sering diajukan

Jawaban lain ada di halaman Tanya jawab AyoNonton.

Jadi, ayo nonton sama siapa?

Film yang sama bisa terasa biasa saja pada satu malam dan sangat berkesan pada malam yang lain. Bedanya sering terletak pada siapa yang duduk di sebelah Anda. AyoNonton mengajak Anda memulai dari sana: tentukan dulu temannya, baru filmnya.

Papan di beranda memuat empat belas tiket. Ambil satu, ajak orangnya, siapkan camilannya. Baca sinopsisnya, lihat lencana rating dan durasinya, lalu tekan Tonton sekarang. Selamat menonton, dengan siapa pun Anda menonton malam ini.

Pertanyaan

Apa itu AyoNonton?

AyoNonton adalah panduan film berbahasa Indonesia yang menyusun 155 judul menurut teman menonton. Tiap judul memiliki sinopsis, pemeran, durasi, rating, dan tombol Tonton sekarang menuju layanan resmi.

Apa maksud "ajakan"?

Ajakan adalah daftar film untuk satu suasana menonton, misalnya bareng si kecil, sekeluarga, berdua, atau bareng sahabat. Ada empat belas ajakan, dan setiap film masuk ke satu ajakan saja.

Bagaimana cara menonton film lewat AyoNonton?

Buka halaman film, pilih negara Anda, lalu tekan Tonton sekarang. JustWatch terbuka dan menampilkan layanan langganan, sewa, beli, dan gratis yang menyediakan judul itu.

Apakah AyoNonton gratis?

Ya. Semua ajakan, sinopsis, halaman bantuan, dan Daftar Saya terbuka gratis bagi setiap pengunjung.

Ajakan mana yang paling banyak filmnya?

Tiga ajakan sama-sama memuat 17 film: bareng si kecil, sekeluarga, dan romansa masa kini. Kelompok terbesar adalah Keluarga dengan 51 film.

Ajakan mana yang ratingnya paling tinggi?

Bareng pecinta hewan dengan rata-rata 7,49, disusul sekeluarga dengan 7,37.

Film apa yang ratingnya paling tinggi?

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dengan 8,8, di ajakan cerita cinta Indonesia. Berikutnya 1 Kakak 7 Ponakan dengan 8,4 di ajakan sekeluarga.

Berapa banyak film Indonesia di AyoNonton?

Ada 47 film Indonesia di tujuh ajakan. Tiga ajakan seluruhnya berisi film Indonesia: cerita cinta Indonesia, bareng geng, dan cerita negeri.

Apa arti lencana dan label di poster?

Lencana kuning adalah rating penonton, lencana gelap adalah durasi dalam menit, dan label krem di bawah poster adalah nama ajakannya.

Apakah semua film aman untuk keluarga?

Ya. Seluruh katalog dipilih satu per satu untuk tontonan bersama. Untuk anak kecil, mulailah dari ajakan bareng si kecil.

Di mana Daftar Saya disimpan?

Daftar Saya tersimpan di peramban perangkat Anda sendiri dan terbuka dari tautan Daftar Saya di bilah atas.